SEGERA BERGABUNG DI POKER757 SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA YANG AMAN DENGAN MINIMAL DEPOSIT Rp25.000 DAN MINIMAL WITHDRAW Rp50.000, MENYEDIAKAN 8 GAME DALAM 1 AKUN : BANDAR66(BARU) , BANDARQ , POKER , BANDAR POKER , DOMINOQQ , CAPSASUSUN , ADUQ , SAKONG^^ , YANG PASTI FAIR PLAY TANPA BOT !!.

Sepupuku yang Binal

3 comments

      Kedua barbel kecil masing-masing seberat 5 kilogram terasa telah kian berat saja kuayun-ayunkan bergantian. Keringatku telah sejak tadi berseleweran membasahi seluruh tubuhku yang kuperhatikan lewat cermin sebesar pintu di depanku itu telah tambah mekar dan kekar. Kalau dibandingkan dengan atlet binaraga, aku tak kalah indahnya.


Aku hanya tersenyum sambil kemudian menaruh kedua barbelku dan menyeka keringat di dahi. Kuperhatikan jam telah menunjukan pukul 22:39 tepat.

Ya, memang pada jam-jam seperti ini aku biasa olahraga berat untuk membentuk otot-otot di tubuhku. Suasana sepi dan udara sejuk sangat aku sukai. Kamar kost-ku di pinggirn utara kota Jogja memang menawarkan hawa dinginnya.

Itulah sebabnya aku sangat betah kost di sini sejak resmi jadi mahasiswa hingga hampir ujian akhirku yang memasuki semester delapan ini.

Sudah jadi kebiasaanku, aku selalu berolahraga dengan telanjang bulat, sehingga dapat kuperhatikan tubuhku sendiri lewat cermin itu yang kian hari kian tumbuh kekar dan indah. berkulit sawo matang gelap.

Rambut kasar memenuhi hampir di seluruh kedua lengan tangan dan kaki serta dadaku yang membidang ke bawah, lebih-lebih pada daerah kemaluanku. Rambutnya tumbuh subur dengan batang zakarnya yang selalu terhangati olehnya. Kuraba-raba batang kemaluanku yang mulai beranjak tegang ereksi ini.

"Hmm, ouh", mengasyikan sekali. Air keringatku turut membasahi batang zakar dan buah pelirku. Dengan sambil duduk di kursi plastik aku berfantasi seandainya ini dilakukan oleh seorang wanita. Mengelus-elus zakarku yang pernah kuukur memiliki panjang 20 centimeter dengan garis lingkar yang 18 centimeter! Mataku hanya merem melek saja menikmati sensasi yang indah ini.

Perlahan-lahan aku mulai melumuri batang zakarku dengan air liurku sendiri. Kini sambil menggenggam batang zakar, aku terus menerus melakukan mengocok-ngocok secara lembut yang berangsur-angsur ke tempo cepat.

Aku tengah menikmati itu semua dengan sensasiku yang luar biasa ketika tiba-tiba pintu kamar kost-ku diketok pelan-pelan. Sial, aku sejenak terperangah, lebih-lebih saat kudengar suara cewek yang cukup lama sekali tak pernah kudengar.

“Mas, Mas Wid? Ini aku, Irma!”

Irma? Adik sepupuku dari Pekalongan? Ngapain malam-malam begini ini datang ke Jogja? Gila! Buru-buru aku melilitkan kain handuk kecilku sambil memburu ke arah pintu untuk membukakannya.

“Irma?” ucapku sambil menggeser posisiku berdiri untuk memberi jalan masuk buat adik sepupuku yang terkenal tomboy ini.



Irma terus saja masuk ke dalam sambil melempar tas ranselnya dan lari ke kamar mandi yang memang tersedia di setiap kamar kost ini. Sejenak aku melongok keluar, sepi, hanya gelap di halaman samping yang menawarkan kesunyian. Pintu kembali kututup dan kukunci. Aku hanya menghela nafasku dalam-dalam sambil memperhatikan tas ransel Irma.

Tak berapa lama Irma keluar dengan wajah basah dan kusut. Rambutnya yang lebat sebahu acak-acakan. Aku agak terkejut saat menyadari bahwa kini Irma hanya memakai kaos oblong khas Jogja.

Rupanya ia telah melepas celana jeans biru ketatnya di kamar mandi. Kulit pahanya yang kuning langsat dan ketat itu terlihat jelas.

“Ada masalah apa lagi, hmm? Dapat nilai jelek lagi di sekolahan lalu dimarahi Bapak Ibumu?” tanyaku sambil mendekat dan mengelus rambutnya, Irma hanya terdiam saja.

Anak SMU kelas dua ini memang bandel. Mungkin sifat tomboynya yang membuat dirinya begitu. Tak mudah diatur dan maunya sendiri saja. Jadinya, aku ini yang sering kewalahan jika ia datang mendadak minta perlindunganku. Aku memang punya pengaruh di lingkungan keluarganya.

Irma hanya berdiri termangu di depan cermin olah ragaku. Walau wajahnya merunduk, aku dapat melihat bahwa dia sedang memandangi tubuhku yang setengah telanjang ini.

“Lama ya Mas, Irma nggak ke sini.”

“Hampir lima tahun,” jawabku lebih mendekat lagi lalu kusadari bahwa lengan dan tangannya luka lecet kecil.

“Berantem lagi, ya? Gila!” seruku kaget menyadari memar-memar di leher, wajah, kaki, dan entah dimana lagi.

“Irma kalah, Mas. Dikeroyok sepuluh cowok jalanan. Sakit semua, ouih. Mas, jangan bilang sama Bapak Ibu ya, kalau Irma kesini. Aduh…!” teriak tertahan Irma mengaduh pada dadanya.

“Apa yang kamu rasakan Ir? Dimana sakitnya, dimana?” tanyaku menahan tubuhnya yang mau roboh.

Tapi dengan kuat Irma dapat berdiri kembali secara gontai sambil memegangi lenganku.

“Seluruh tubuhku rasanya sakit dan pegal semua, Mas, ouh!”

“Biar Mas lihat, ya? Nggak apa-apa khan? Nggak malu, to?” desakku yang terus terang aku sudah mulai tergoda dengan postur tubuh Irma yang bongsor ketat. Irma hanya mengangguk kalem.

“Ah, Mas Wid. Irma malah pengin seperti dulu lagi, kita mandi bareng… Irma kangen sama pijitan Mas Wid!” ujar Irma tersenyum malu.

Edan! Aku kian merasakan batang kemaluanku mengeras ketat. Dan itu jelas sekali terlihat pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada semacam benda keras yang hendak menyodok keluar. Dan Irma dapat pula melihatnya!

Perlahan kulepas kaos oblong Irma. Sebentar dirinya seperti malu-malu, tapi kemudian membiarkan tanganku kemudian melepas BH ukuran 36B serta CD krem berenda ketatnya. Aku terkejut dan sekaligus terangsang hebat. Di tubuh mulusnya yang indah itu, banyak memar menghiasinya. Aku berjalan memutari tubuh telanjangnya.

Dengan gemetaran, jemariku menggerayangi wajahnya, bibirnya, lalu leher dan terus ke bawahnya. Cukup lama aku meraba-raba dan mengelus serta meremas lembut buah dadanya yang ranum ini.

“Mas Wid… enak sekali Mas, teruskan yaaa… ouh, ouh..!” pinta mulut Irma sambil merem-melek.

Mulutku kini maju ke dada Irma. Perlahan kuhisap dan kukulum nikmat puting susunya yang coklat kehitaman itu secara bergantian kiri dan kanannya. Sementara kedua jemari tanganku tetap meremas-remas kalem dan meningkat keras.

Mulut Irma makin merintih-rintih memintaku untuk berbuat lebih nekat dan berani. Irma menantangku, sedotan pada puting susunya makin kukeraskan sambil kuselingi dengan memilin-milin puting-puting susu tersebut secara gemas.

“Auuuh, aduh Mas Wid, lebih keras… lebih kencang, ouh!” menggelinjang tubuh Irma sambil berpegangan pada kedua pundakku.

Puting Irma memang kenyal dan mengasyikan. Kurasakan bahwa kedua puting susu Irma telah mengeras total. Aku merendahkan tubuhku ke bawah, mulutku menyusuri kulit tubuh bugil Irma, menyapu perutnya dan terus ke bawah lagi.

Rambut kemaluan Irma rupanya dicukur habis, sehingga yang tampak kini adalah gundukan daging lembut yang terbelah celah sempitnya yang rapat. tak Karuan lagi saja, mulutku langsung menerkam bibir kemaluan Irma dengan penuh nafsu.

Aku terus mendesakkan mulutku ke dalam liang kemaluannya yang sempit sambil menjulurkan lidahku untuk menjilati klitorisnya di dalam sana. Irma benar-benar sangat menggairahkan. Dalam masalah seks.

aku memang memliki jadwal rutin dengan pacarku yang dokter gigi itu. Dan kalau dibandingkan, Irma lebih unggul dari Sinta, pacarku. Mulutku tidak hanya melumat-lumat bibir kemaluan Irma, tapi juga menyedot-nyedotnya dengan ganas, menggigit kecil serta menjilat-jilat.

Tanpa kusadari kain handukku terlepas sendiri. Aku sudah merasakan batang kemaluanku yang minta untuk menerjang liang kemaluan lawan. tak Karuan lagi, aku cepat berdiri dan meminta Irma untuk jongkok di depanku. Gadis itu menurut saja.

“Buka mulutmu, ir di Buka!” pintaku sambil membimbing batang kemaluanku ke dalam mulut Irma.

Gadis itu semula menolak keras, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak berbahaya. Akhirnya Irma menurut saja. Irma mulai menyedot-nyedot keras batang kemaluanku sembari meremas-remas buah zakarku.

"Ahk, sungguh indah dan menggairahkan. Perbuatan Irma ini rupanya lebih binal dari Sinta. Jemari Irma kadangkala menyelingi dengan mengocok-ngocok batang kemaluanku, lalu menelannya dan melumat-lumat dengan girang.

“Teruskan ir teruskan lagi, yeeeahh, ouh… ouh… auh!” teriakku kegelian.

Keringat kembali berceceran deras. Aku turut serta menusuk-nusukan batang kemaluanku ke dalam mulut Irma, sehingga gadis cantik ini jadi tersendak-sendak. Tapi justru aku kian senang.
Kini aku tak dapat menahan desakan titik puncak orgasmeku. Dengan cepat aku muntahkan spermaku di dalam mulut Irma yang masih mengulum ujung batang kemlauanku.

“Crooot… creet… crret…!”

“Ditelan ir, ayo ditelan habis, dan bersihkan lepotannya!” pintaku yang dituruti saja oleh Irma yang semula hendak memuntahkannya.

Aku sedikit dapat bernafas lega. Irma telah menjilati dan membersihkan lepotan air maniku di sekujur ujung zakar.



“Maaasss, ouh, rasanya aneh…!” ujar Irma sambil kuminta berdiri.

Sesaat lamanya kami saling pandang. Kami kemudian hanya saling berpelukan dengan hangat dan mesra. Kurasakan desakan buah dadanya yang kencang itu menggelitik birahiku kembali.

“Ayo ir, menungging di depan cermin itu!” pintaku sambil mengarahkan tubuh Irma untuk menungging.

Irma manut. Dengan cepat aku terus membenamkan batang kemaluanku ke liang vagina Irma lewat belakang dan melakukan gerakan maju mundur dengan kencang sekali.

“Aduuh, auuh… ouh.. ouh… aaah… ouh, sakit, sakit Mas!” teriak-teriak mulut Irma sambil merem-melek.

Tapi aku tak peduli, adik sepupuku itu terus saja kuperkosa dengan hebat. Sambil berpegangan pada kedua pinggulnya, aku menari-narikan batang kemaluanku pada liang Vagina Irma.

“Sakiiit… ouhh…!”

“Blesep… jlep… jleeep…” suara tusukan persetubuhan itu begitu indah.

Irma terus saja menggelinjang hebat.

Aku segera mencabut batang kemaluanku, membalikkan posisi tubuh Irma yang kini telentang dengan kedua kakinya kuminta untuk melipat sejajar badannya.

sementara kedua tangannya memegangi lipatan kedua kakinya. Kini aku bekerja lagi untuk menyetubuhi Irma.

“Ouuh… aaahhk… ouh… ouh…!” desahanya.

Dengan menopang tubuhku aku berpegangan pada buah dadanya yang montok, aku terus kian ganas tanpa ampun lagi menikam-nikam Vagina Irma dengan batang kemaluanku.

“Crrrooot… cret… creet…!” aku Menyemprot air mani zakarku di dalam liang kemaluan Irma. “

Maaas… ouuuh… aduh… aaahk!” teriak Irma yang langsung agak lunglai lemas,

sementara aku berbaring menindih tubuh bugilnya dengan batang kemaluanku yang masih tetap menancap di dalam Vaginanya.

"Irma,. bagaimana kalau kamu pindah sekolah di Jogja saja. Kita kontrak satu rumah… hmm?” tanyaku sambil menciumi mulut tebal sensual Irma yang juga membalas permainan lidahku.

“Irma sudi-sudi saja, Mas. hmmmp…” sambil terus ikut bercumbu bibir dengaku.

Entah, karena kelelehan kami, akhirnya tidur berpelukan dengan kemaluanku yang masih tertancap di vaginanya dengan buah dadanya sebagai sandaranku. Aku benar-benar terlelap.

pada jam 5.30 pagi kudapati seperti ada rasa nikmat yang teramat di daerah kemaluanku, aku segera membuka mata dan mencari tau saja dan ternyata pemandangan yang benar benar membuat ku terangsang hebat.

irma dengan liar nya sedang memompa kan vaginanya menelan kemaluanku yang kekar dari posisi atas. ntah sudah berapa lama aku gantian diperkosa oleh sepupu binal kuini.

tampak buah dada nya terombang ambing seiring pompaannya dengan raut wajah yang benar benar terlihat keenakan.

"ahh..hmmm... irma kok tidak bangunin mass ? kataku sambil menikmati aksi irma

"aahhhh...ahhh.. mass tidur nya nyenyak sekali irma takut ganggu, salah kemaluan mass sih pagi pagi udah tegak keras saja hehe.." jawab irma .

Kemaluanku memang setiap pagi buta selalu menunjukkan taringnya, yang sering membuat pacarku shinta tidak karuan merasakan seks pagi hari dariku. tidak heran irma juga terangsang dengan kerasnya kemaluanku di pagi hari seperiti ini.

"hmm..aahh..ahhh mass irma keluar..ahhh" jerit nya dengan keras seiring mengejangnya otot otot tubuhnya.

tubuhnya pun roboh dalam pelukanku , buah dada montoknya sangat terasa menekan dada bidangku,  sambil membiarkan vaginanya beristirahat kurasakan kedutan kedutan yang menimbulkan pijatan pijatan kecil di kemaluanku didalam vaginanya.

"aahhh..hmmmmm.." terdengar kembali desahan irma seiring kemaluanku yang kembali keluar masuk vaginanya dari bawah.

kuremas keras pantat semoknya menghentak hentak keras vagina nya dengan kemaluanku.

"hmmm.. iya mass begitu.. teruss..enakkk" desahannya bertambah liar membuatku semangat menstubuhinya dengan kasar.

tak butuh lama buat ku untuk ingin membanjiri lagi vagina irma karena liang vagina nya yang nikmat bukan main. benar benar hangat dan sempit!

"aahh..ccrettt..creett! lagi lagi aku mengisi rahimnya dengan sperma ku di pagi hari buta ini.

"enak.. sekali.. mass.. " puji irma dengan nafas memburu.

setelah kejadian itu irma jadi sangat sering mendatangi kost kost an ku , yang pasti saat tidak ada kunjungan dari pacarku shinta , karena aku juga harus memuaskan birahi pacarku sang dokter gigi seksi itu.

3 komentar

Yuk sekarang bergabung bersama dengan Dompetpoker memberikan Bonus Deposit member baru dan juga bonus next deposit 2% tanpa batas setiap harinya
Add WA Kami: +6282168285188
Add BBM Kami: DC92F16D
Kunjungi web kita juga untuk berita yang lengkap http://duniaberitapoker.blogspot.com/

ZEUSBOLA merupakan situs judi bola88 online yang menyediakan berbagai permainan judi online uang asli terbaik seperti taruhan judi bola online, casino online, slot online, poker online, tembak ikan, bola tangkas, togel online dan masih banyak lainnya.

PROMO BONUS REFERRAL :
UBO Sports hingga 5%
Live Casino dan Slots hingga 5%
IDNPoker hingga 0,2%
IDNLive hingga 5%
SBO Sports hingga 5%

Regeister now di ZEUSBOLA hanya Rp.50.000
sudah bisa Deposit dan Withdraw.
tanpa dipunggut biaya sama sekali dan kami akan berikan pelayan terbaik untuk anda.
informasi selengkapnya ada kontak dibawah ini :
WHATSAPP :+62 822-7710-4607
TELEGRAM :@Zeusbola
LINE : zeusbola
INSTAGRAM :@zeusbola.official

#situsjuditerpercaya #sabungayam #togel casinolive #idnpoker #juditerbaik #bonus #promo #zeusbola #newmember #depositpulsa #depositrekening #pokeronline #jackpot #bolatangkas #agenterpercaya #aman

back to top